Informasi
Berita Terkini
Ekonomi Outlook 2026, ADPI Komda VI Tekankan Pentingnya Investasi Dana Pensiun yang Adaptif
Surabaya, 21 Desember 2025. Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Komisariat Daerah (Komda) 6 menegaskan pentingnya investasi yang adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi tahun 2026. Hal ini diungkapkan saat kegiatan Seminar Ekonomi Outlook 2026, Rapat Kerja Tahun 2026, serta Family Gathering yang digelar di Prigen, Pasuruan. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat-Sabtu, 19-20 Desember 2025 tersebut menjadi forum strategis penguatan sinergi sekaligus peningkatan kapasitas pengelola dana pensiun di wilayah Komda VI, seiring meningkatnya tantangan global dan domestik yang menuntut strategi investasi lebih fleksibel dan berkelanjutan. Dalam Seminar Ekonomi Outlook 2026, Komisaris Independen PT Pinnacle Investment Indonesia, John Rahmat, memaparkan proyeksi ekonomi global dan nasional tahun 2026, termasuk berbagai risiko dan peluang yang perlu dicermati industri dana pensiun di tengah ketidakpastian pasar. Ia menekankan bahwa pengelola dana pensiun perlu mengedepankan strategi investasi yang adaptif, disiplin dalam manajemen risiko, serta penguatan fundamental portofolio guna menjaga kinerja jangka panjang dan melindungi kepentingan peserta dana pensiun. Selain seminar, ADPI Komda VI juga menyelenggarakan Rapat Kerja Tahun 2026 yang membahas rencana program kerja, arah kebijakan organisasi, serta inisiatif peningkatan tata kelola dana pensiun agar lebih responsif terhadap perubahan regulasi dan kebutuhan industri. "Forum ini menjadi ruang strategis bagi para anggota untuk menyamakan persepsi dan merumuskan langkah bersama dalam menghadapi tantangan industri yang semakin dinamis, khususnya terkait regulasi, transparansi, dan keberlanjutan pengelolaan dana pensiun," ujar Ketua Komda VI ADPI, M.Jihadi, dalam keterangan tertulis, Surabaya, Sabtu (20/12/2025). Menurut pengurus Komda VI, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi dana pensiun untuk meningkatkan kinerja melalui penguatan kolaborasi dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, sejalan dengan tuntutan pengelolaan investasi yang semakin kompleks. "Sinergi kolaborasi.dan kepatuhan regulasi.adalah kunci," pungkas M Jihadi yang diamini peserta dari Dana Pensiun wilayah Jawa Timur Bali dan NTT tidak kurang dari 60 orang peserta.